Pestisida organik


Saat sudah meningkatnya kesadaran akan kesehatan masyarakat kita terhadap bahaya pestisida terhadap tanaman konsumsi dan hias, ternyata yang menjual pestisida organik masih sangat langka.

Kekuatiran itu tampak dari para Hobbies tanaman yang sudah mencari pestisida organik kemana mana tetapi tidak ada dan akhirnya membuat sendiri pestisida organik walaupun hanya sekedar mengusir sementara saja.
Para Hobbies yang tinggal dilingkungan perumahan padat atau yang memiliki halaman rumah luaspun menginginkan tanamannya sehat tetapi tidak menginginkan keluarganya terkontaminasi racun pestisida pada saat penyemprotan tanaman atau mengkonsumsi residu pestisida.


 Semprotan dari Bawang Putih dan Cabe

Caranya: rebus 3 siung bawang putih dan segenggam cabe dengan air +/- 5 liter dalam panci dan tambahkan sabun cuci piring 3 sdm, aduk dan diamkan selama 1 hari.
Saring cairan tersebut dan gunakan 2 cangkir larutan tersebut untuk satu kali penyemprotan. Bawang putih merupakan sebuah insektisida, fungisida dan penolak hama. Cabe juga merupakan sebuah insektisida dan penolak hama. Sabun akan membantu semprotan untuk melekat pada tanaman dan serangga. 
Gunakan larutan ini untuk aphid, cacing, ulat bulu, dan ngengat.

 Semprotan Daun Pepaya

Caranya: 1kg daun pepaya yang telah dipotong kecil-kecil dan ditumbuk atau dilumatkan, campurkan dengan 1liter air. Aduk dan diamkan selama 1 jam. Saring dan ambil sarinya, kemudian aduk lagi dan tambahkan 4 liter air dan 4 sdm sabun, aduk rata.
Dapat digunakan untuk hama seperti aphid, rayap, hama kecil dand ulat.

Semprotan Jahe
Caranya: tumbuk 1 genggam jahe dan masukkan ke dalam 1 ember air, aduk dan diamkan selama 1 hari. Saring dan semprotkan ke tumbuhan yang rusak untuk menahan pertumbuhan larva cacing dan ulat.

Semprotan Daun Tomat

Caranya: 1 kg daun tomat direbus dalam 2 liter air selama 30 menit, tambahkan segenggam daun, batang dan buah tomat dan 2 liter air. Campur semua bahan lalu diamkan selama 6 jam atau 1/2 hari. Aduk lalu tambahkan 4 sdm sabun. Semprotkan tiap 2 hari sekali jika hama dalam jumlah banyak.
Dapat untuk mengusir aphid, semut, ulat, telur serangga, lalat, jamur dan bakteri.

Pestisida daun tomat ini sangat keras, jadi gunakan sarung tangan dan masker saat menyemprot. Dan cucilah tangan setelah menyemprot.

 Semprotan Daun Tembakau

Caranya: rendam 1 kg daun tembakau yang sudah dipotong kecil-kecil dalam 15 liter air selama 1 hari 1 malam. Tambahkan 2 sdm sabun cair. Aduk rata.
Semprotan ini dapat digunakan untuk membasmi aphid, virus daun keriting, ulat dll.

Gunakan pestisida daun tembakau hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir. Gunakan pakaian pelindung, sarung tangan dan masker saat menggunakan pestisida ini. Karena sangat keras dan juga dapat membunuh serangga lain yang berguna. Dan jangan digunakan semprotan ini untuk pohon tomat, kentang, terong, cabe dan mawar.

Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan pestisida:
  1. Stop penggunaan pestisida alami setidaknya 2 minggu sebelum masa panen. Walaupun pestisida ini alami tetapi hal ini penting agar rasa buah yang kita makan tetap enak dan tidak efek-efek lain yang mengganggu kesehatan manusia. Jangan lupa untuk selalu mencuci buah atau sayuran dengan air bersih yang mengalir. 
  2. Lakukan rotasi penggunaan pestisida alami untuk mencegah serangga/hama menjadi kebal terhadap satu macam pestisida. 
  3. Semprot pestisida alami di pagi hari atau senja untuk mencegah tumbuhan terbakar karena panas matahari.
  4. 4. Pada saat musim basah/hujan, lakukan penyemprotan setidaknya 3 jam sebelum hujan agar hasil yang diperoleh  berdampak maksimum.

Postingan Populer